25 September 2009

Indonesia Bunuh Diri jika Biarkan Batik "Printing"

EkstraParlemeNews- Indonesia akan bunuh diri jika membiarkan batik printing merajalela di pasaran, apalagi masyarakat malah semakin gemar mengoleksinya. Penetapan batik sebagai pusaka budaya dunia oleh UNESCO, badan di bawah Perserikatan Bangsa-Bangsa yang membidangi kebudayaan, pada 2 Oktober mendatang, adalah momen penting bagi Indonesia untuk menunjukkan potensi dan serius merawatnya.

Seperti dikatakan Murdijati Gardjito, Sekretaris Umum Paguyuban Pencinta Batik Sekar Jagad, Jumat (25/9), penetapan batik sebagai pusaka budaya dunia oleh UNESCO dilangsungkan di Dubai. Ia berharap, momen itu segera menyentak semua pihak dan masyarakat.

"Sekarang saatnya bergerak. Bagaimana menghentikan batik printing di pasaran. Malu dong, kalau dunia internasional tahu bahwa batik printing masih beredar luas di Indonesia. Memang tak ada sanksi dari UNESCO jika itu terjadi, tapi itu jelas menunjukkan Indonesia tak serius dalam pelestarian batik," katanya.

Batik yang benar-benar batik hanya batik tulis, batik cap, dan kombinasi keduanya. Batik printing hanya kain yang bermotif batik, alias bukan batik. Yang menjadi keprihatinan Mudijati adalah masyarakat banyak yang tak bisa membedakan batik.

"Memang sulit untuk menghentikan peredaran batik printing. Dengan harga murah, batik printing jelas pilihan menarik. Namun, itu pelan-pelan akan membuat jumlah pebatik tradisional terus berkurang. Batik printing jelas harus dihentikan," katanya.

Caranya, lanjut dia, bisa dimulai dari inisiatif dari kantor-kantor, instansi, sekolah, kelompok masyarakat, hingga paguyuban trah. Mereka diharapkan mulai menempatkan batik sebagai salah satu seragam. Ini akan menumbuhkan kecintaan pada batik.

Batik printing, di Yogyakarta, banyak dijual di kaki lima Malioboro. Kemeja dan celana batik printing dijual murah meriah, dari Rp 10.000-Rp 300.000. Ini jauh lebih murah ketimbang harga batik tulis yang bisa ratusan ribu. Ibu Sofian, penjual batik printing di Malioboro mengatakan, jualannya banyak dibeli sebagai oleh-oleh.

Masyarakat banyak yang tak bisa membedakan antara batik tulis, cap, dan printing. Mereka hanya membedakan dari harganya. Indah (27), karyawan swasta, misalnya, yang mengenakan batik, mengatakan bahwa yang dipakainya batik printing. Sebab, harganya hanya Rp 35.000. "Enggak mungkin kan batik tulis," ujarnya.

Juan Forti Silalahi
25 September 2009

23 September 2009

Rombongan SBY Disertai Dinas Rahasia AS?

EkstraParlemeNews- Kunjungan kerja SBY bersama Istrinya Ani Yudhoyono, Rabu (23/9) hingga Kamis (1/10) mendatang ke Pittsburgh, AS menghadiri KTT G-20 disebut-sebut akan disertai sejumlah anggota US Secret Service.

Dinas rahasia Amerika Serikat (AS) yang dinamakan US Secret Service itu, akan mengawal Presiden Yudhoyono sejak Presiden Yudhoyono transit di Seattle, Pittsburgh hingga Boston, AS.

Dari informasi yang diterima Kompas di lingkungan Istana Kepresidenan, Rabu (23/9), setidaknya terdaftar lima orang agen Dinas rahasia AS yang akan mengikuti pesawat Kepresidenan Airbus 330-300 sejak transit di Seattle, AS. Tiga orang yang tercatat ikut dalam rombongan Presiden Yudhoyono sejak transit di antaranya, Komandan Kelompok (detail leaders) M Baucum serta dua agen khusus (special agent) E Stagner dan D Moon.

Dinas Rahasia AS yang dibentuk sejak tahun 1856 atau lebih dari 140 tahun itu, memang tercatat sebagai pasukan elit AS. Selain mengawal Presiden dan Wakil Presiden AS beserta keluarganya, dinas rahasia ini juga menjaga kunjungan kepala negara asing atau pemerintah dan mereka yang bepergian dengan pasangannya sesuai permintaan pemerintah AS. Dinas rahasia ini juga dapat diminta mengawal misi khusus di luar negeri.

Jika melihat kunjungan kerja Presiden Yudhoyono, yaitu menghadiri KTT G-20, yaitu pertemuan negara-negara maju dan berkembang untuk membahas perubahan iklim dunia serta mengantisipasi bayang-bayang krisis global, tentu kunjungan Presiden Yudhoyono masuk kategori kunjungan penting dan strategis di AS sehingga perlu pengamanan yang khusus. Apalagi, jika melihat ancaman yang pernah disampaikan para terororis belum lama ini di Indonesia pascapengeboman hotel berbintang di Jakarta. Mereka, di antaranya pernah mengancam melakukan bom bunuh diri terhadap iring-iringan Presiden Yudhoyono.

Namun, Menteri Sekretaris Negara Hatta Rajasa saat dikonfirmasi membantah kehadiran sejumlah agen US Secret Service dalam kunjungan Presiden Yudhoyono. Jadi, mereka dikatakan akan ikut dalam pesawat kepresidenan? "Ah, nggak benar itu. Saya, yang ikut membuat daftarnya," katanya.

Akan tetapi, ketika disodorkan nama-nama anggota US Secret Service yang tercatat ikut dalam pesawat kepresidenan, Hatta berkelit dan akan mengeceknya lagi.

Juan Forti Silalahi
23 September 2009

Ikuti KTT G-20, SBY Bertolak ke AS

EkstraParlemeNews- Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang didampingi Ibu Negara hari ini bertolak ke Pittsburg, Amerika Serikat untuk mengikuti Konferensi Tingkat Tinggi G-20 ketiga. Presiden yang juga didampingi sejumlah menteri berangkat dari Bandar Udara Halim Perdanakusumah Jakarta Timur dengan menggunakan pesawat Garuda, pada pukul 10.WIB, Rabu (23/9).

Rencananya, SBY beserta rombongan akan berada di Pittsburg selama dua hari, 24 hingga 25 September. Setelah itu ia akan melanjutkan kunjungan kerjanya ke Boston hingga 29 September.

Pertemuan G-20 di Pittsburg ini adalah KTT ketiga pada tingkat kepala negara setelah di Washington pada November 2008 dan London April 2009. Di Pittsburg, pertemuan masih akan membahas tindak lanjut pertemuan di London, yakni seputar reformasi lembaga keuangan dunia dan recovery krisi keuangan global.
"Isu-isu lain yang akan dibahas dalam KTT G-20 ini mengenai pengangguran dan tenaga kerja, akses keuangan bagi UKM atau FMI, dan pendanaan perubahan iklim," terang Staff Khusus Presiden Dino Patti Djalal dalam keterangan persnya akhir pekan lalu.

Dino menambahkan, agenda di Pittsburg nanti akan lebih dari sekedar membahas krisis finansial dunia,  tetapi juga akan lebih meluas. "Para pemimpin G-20 juga diharapkan meletakkan dasar-dasar kuat dalam aktivitas perekonomian global di masa yang akan datang, menjadi lebih sustainable dan lebih mempertimbangkan sosial inclusive," jelasnya.

Salah satu isu yang akan dibawa Indonesia dalam forum ini, kata Dino, adalah bagaimana forum G-20 ini menjadi forum permanen dan menjadi motor penggerak perekonomian dunia. Saat ini, tengah terjadi perdebatan dan tarik menarik di antara negara-negara maju. Sebagian menginginkan hanya Forum G-8, sebagian lagi menginginkan G-14 seperti halnya Prancis.

"Karena memang sekarang ini dunia tidak bisa diatur oleh G-8 yang hanya beranggotakan negara barat, Amerika Serikat plus Jepang. Sudah tidak bisa lagi, zamannya sudah lewat. Sekarang economic landscapenya sudah berubah. Pertumbuhan ekonomi dunia sekarangg dipacu bukan oleh Amerika dan Eropa tetapi juga oleh Asia, India,  Cina dan juga Indonesia," tandasnya.

Di Boston, SBY akan menyampaikan orasi ilmiahnya di salah satu universitas terkemuka dunia, John F Kennedy School of Goverment di Harvard University. "Saya kira  beliau adalah presiden Indonesia pertama yang memberikan pidato pertama di Harvard," ungkap putra dari diplomat senior, Hasjim Djalal ini.

Tema yang akan diangkat oleh presiden dalam pidatonya ini adalah antitesis teori yang dikemukakan Samuel Huntington, Clash of Civilization (benturan peradaban). Dalam pidatonya nanti SBY akan mengemukakan bahwa di era sekarang yang harus dikembangkan adalah harmony among civilazation, dan Indonesia adalah salah satu buktinya.

Tentu, papar Dino, itu menjadi daya tarik Indonesia yang akan disampaikan ke dunia.
"Indonesia sedang naik daun, dan ini merupakan kesempatan emas di Boston bagi presiden SBY untuk menggugah dunia dan investor bahwa Indonesia adalah the place to be, sebagai suatu emerging market ekonomi dan demokrasi yang stabil dan sangat penuh dengan prospek yang bagus," pungkasnya.

Juan Forti Silalahi
23 September 2009

ICW Tolak Perppu KPK

EkstraParlemeNews- The Indonesia Corruption Watch (ICW) menolak dikeluarkannya Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang (Perppu) perubahan atas UU No 30 Tahun 2002 tentang KPK oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Selasa (23/9).

"Kami jelas menolak," ujar peneliti ICW Febri Diansyah, di Jakarta, Selasa. Sekretaris Kabinet Sudi Silalahi mengatakan, saat ini, Presiden sedang mempertimbangkan berbagai masukan guna memilih tiga nama yang dapat diterima oleh publik secara luas.

Febri mengatakan, Perppu ini dapat menghancurkan independensi KPK, karena pemimpin KPK bukanlah menteri atau pembantu presiden yang dapat ditunjuk. Kepala Negara tidak berwenang untuk mencampuri dan secara langsung menunjuk lembaga independen ini.

"Kita harus ingat bahwa KPK tidak berada di bawah lembaga eksekutif atau legislatif. Harus lewat seleksi dalam hal ini," katanya.

Kalaupun Perppu ini betul-betul dibutuhkan, katanya, seharusnya dibuat hanya untuk mempercepat proses seleksi dan bukannya untuk menunjuk nama seseorang untuk memimpin.

Febri meminta agar presiden tidak terjebak pada otoritarianisme baru. "Seleksi harus belangsung terbuka dan pendapat publik juga harus didengar," jelasnya. Proses ini jangan sampai terbajak pada absolutisme, katanya. "Yang juga penting adalah membuktikan bahwa KPK tidak tampak lemah," he said.

Meski hanya dua wakil pimpinan yang masih ada di KPK dan mereka hanya berwenang dalam hal mencegah tindak korupsi, tidak berarti bahwa mereka tidak mempunyai kewenangan untuk menuntut atau mendakwa serta melakukan investigasi. "Undang-undang tentang KPK jelas menyebutkan hal itu,"tegas Febri.

Sementara itu, anggota DPR RI Nursyahbani Katjasungkana mengatakan bahwa keputusan untuk membuat Perppu dianggap sebagai hal yang prematur dan melawan prinsip-prinsip praduga tak bersalah.

"Dua pejabat KPK masih bisa bekerja seperti biasanya, tidak seperti Antasari Azhar yang telah menjadi terdakwa."

Febri mengatakan, dikeluarkannya Perppu dapat menghancurkan KPK secara politis dan psikologis.

Kalaupun Perppu tetap akan dijalankan, nama-nama tersebut memiliki riwayat yang bersih, kredibel dan benar-benar kompeten. "Saya sih mengajukan wanita," katanya.

Juan Forti Silalahi
23 September 2009

22 September 2009

(Perpu Plt Pimpinan KPK) , Hikmahanto: Kewenangan SBY untuk Keluarkan Perpu Bisa Dimasalahkan

EkstraParlemeNews - Perpu Plt Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang sudah ditandatangani Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dinilai tidak akan menyelamatkan lembaga antikorupsi itu. Penerbitan payung hukum itu justru akan berpotensi mempermasalahkan kewenangan yang dimiliki oleh SBY dalam penerbitan Perpu.

"Padahal SBY dalam waktu yang tidak terlalu lama akan dilantik sebagai Presiden untuk masa jabatan yang kedua," kata Guru Besar Ilmu Hukum Universitas Indonesia (UI) Hikmahanto Juwana kepada detikcom, Selasa (22/9/2009).

Menurut mantan anggota Pansel Pimpinan KPK ini, setidaknya ada tiga hal yang menjadi alasan penerbitan Perpu Plt Pimpinan KPK patut disayangkan. Pertama, mengenai apakah unsur kekosongan yang diatur dalam pasal 33 UU No 30/2002 tentang KPK.

"Apakah telah terjadi kekosongan sebagaimana diatur dalam pasal tersebut. Apakah Perpu mengamandemen atas kata 'kekosongan' menjadi 'dalam hal terjadi pimpinan KPK tersisa dua

anggota maka Presiden dapat menunjuk Plt Pimpinan KPK tanpa mengikuti prosedur yang diatur UU," tanya Hikmahanto.

Bila ini terjadi, menurut Himahanto, Perpu yang telah siap diundangkan itu akan mencederai semangat UU KPK. Hal ini, menjadi alasan kedua mengapa penerbitan Perpu tersebut tidak seharusnya diterbitkan.

Padahal, kata Hikmahanto, bila mencermati UU 30/2002 baik pada bagian konsiderans, batang tubuh maupun penjelasan secara tegas menghendaki independensi dari lembaga KPK. Independensi yang dikehendaki oleh UU mencakup strukur kelembagaannya, fungsinya
dan perekrutan Pimpinan KPK.

"Dalam perekrutan tidak hanya Presiden yang menentukan tetapi diawali oleh pemilihan di tingkat Pansel, kemudian diakhiri dengan penentuan oleh DPR," katanya.

Bahkan komposisi Pansel, secara tegas disebutkan oleh UU harus terdiri unsur pemerintah dan unsur masyarakat. Independensi ini penting mengingat berbagai lembaga anti-korupsi yang dibentuk pada masa lampau gagal karena independensinya terganggu.

Juan Forti Silalahi
22 September 2009

SBY Tunjuk 3 Orang Plt Sementara Pimpinan KPK

EkstraParlemeNews- Menteri Sekretaris Negara Hatta Radjasa memastikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono akan mengisi seluruh posisi pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang kosong sebanyak tiga orang.

Usai rapat di Kantor Sekretariat Negara, Jakarta, Selasa, dengan Sekretaris Kabinet Sudi Silalahi dan Plt Menko Perekonomian Sri Mulyani, Hatta tidak mau menyebutkan nama dan asal instansi tiga plt sementara pimpinan KPK yang ditunjuk langsung oleh Presiden tersebut.

"Ya, yang sisanya yang kosong," ujar Hatta ketika ditanya jumlah plt sementara pimpinan KPK yang akan ditunjuk Presiden.

Menurut dia, tiga orang tersebut bisa berasal dari berbagai institusi asalkan memenuhi syarat kredibel di bidangnya serta dapat diterima oleh publik.

"Pokoknya berbagai macam ’source’( asal mereka, red), yang penting kredibel di bidangnya dan akseptabel," jelasnya.

Saat ini, lanjut dia, Presiden sedang mempertimbangkan berbagai masukan guna memilih tiga nama yang dapat diterima oleh publik secara luas. Ia mengaku tidak tahu apakah Presiden telah mengantungi tiga nama tersebut atau tidak ."Saya
tidak berani berspekulasi," ujarnya singkat.

Presiden telah menandatangani Perppu tentang perubahan atas UU No 30 Tahun 2002 tentang KPK dan Keppres pemberhentian sementara dua pimpinan KPK, Chandra Hamzah dan Bibit Samad Rianto.

Menurut Hatta, Perppu itu hanya menambahkan dua pasal dalam UU KPK yaitu tentang kewenangan Presiden untuk menunjuk langsung plt sementara pimpinan KPK apabila terjadi kekosongan yang mengakibatkan pimpinan KPK berjumlah kurang dari tiga orang. "Oleh sebab itu Perppu itu nanti diikuti dengan keppres pengangkatan," ujarnya.

Namun, Hatta belum bersedia mengatakan kapan Presiden Yudhoyono akan menandatangani leppres pengangkatan tiga plt sementara pimpinan KPK yang ditunjuknya secara langsung.

Usai rapat, Hatta dan Sudi langsung meninggalkan Kantor Sekretariat Negara menuju kediaman Presiden Yudhoyono di Puri Cikeas Indah, Bogor.

Namun, Hatta juga tidak mau mengatakan apakah kedatangannya ke Cikeas untuk menyerahkan draft keppres pengangkatan tiga plt sementara pimpinan KPK guna ditandatangani oleh Presiden.

"Saya tidak ingin mendahului Presiden, nanti dulu. Tunggu saja, kalau ada lanjut pasti saya sampaikan," ujarnya.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono besok dijadwalkan meninggalkan tanah air pada pukul 09.00 WIB dari Bandara Internasional Halim Perdanakusuma untuk memulai kunjungan kerja selama tujuh hari ke Amerika Serikat. Presiden Yudhoyono baru kembali ke tanah air pada 30 September 2009.Menteri Sekretaris Negara Hatta Radjasa memastikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono akan mengisi seluruh posisi pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang kosong sebanyak tiga orang.

Usai rapat di Kantor Sekretariat Negara, Jakarta, Selasa, dengan Sekretaris Kabinet Sudi Silalahi dan Plt Menko Perekonomian Sri Mulyani, Hatta tidak mau menyebutkan nama dan asal instansi tiga plt sementara pimpinan KPK yang ditunjuk langsung oleh Presiden tersebut.

"Ya, yang sisanya yang kosong," ujar Hatta ketika ditanya jumlah plt sementara pimpinan KPK yang akan ditunjuk Presiden.

Menurut dia, tiga orang tersebut bisa berasal dari berbagai institusi asalkan memenuhi syarat kredibel di bidangnya serta dapat diterima oleh publik.

"Pokoknya berbagai macam ’source’( asal mereka, red), yang penting kredibel di bidangnya dan akseptabel," jelasnya.

Saat ini, lanjut dia, Presiden sedang mempertimbangkan berbagai masukan guna memilih tiga nama yang dapat diterima oleh publik secara luas. Ia mengaku tidak tahu apakah Presiden telah mengantungi tiga nama tersebut atau tidak ."Saya
tidak berani berspekulasi," ujarnya singkat.

Presiden telah menandatangani Perppu tentang perubahan atas UU No 30 Tahun 2002 tentang KPK dan Keppres pemberhentian sementara dua pimpinan KPK, Chandra Hamzah dan Bibit Samad Rianto.

Menurut Hatta, Perppu itu hanya menambahkan dua pasal dalam UU KPK yaitu tentang kewenangan Presiden untuk menunjuk langsung plt sementara pimpinan KPK apabila terjadi kekosongan yang mengakibatkan pimpinan KPK berjumlah kurang dari tiga orang. "Oleh sebab itu Perppu itu nanti diikuti dengan keppres pengangkatan," ujarnya.

Namun, Hatta belum bersedia mengatakan kapan Presiden Yudhoyono akan menandatangani leppres pengangkatan tiga plt sementara pimpinan KPK yang ditunjuknya secara langsung.

Usai rapat, Hatta dan Sudi langsung meninggalkan Kantor Sekretariat Negara menuju kediaman Presiden Yudhoyono di Puri Cikeas Indah, Bogor.

Namun, Hatta juga tidak mau mengatakan apakah kedatangannya ke Cikeas untuk menyerahkan draft keppres pengangkatan tiga plt sementara pimpinan KPK guna ditandatangani oleh Presiden.

"Saya tidak ingin mendahului Presiden, nanti dulu. Tunggu saja, kalau ada lanjut pasti saya sampaikan," ujarnya.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono besok dijadwalkan meninggalkan tanah air pada pukul 09.00 WIB dari Bandara Internasional Halim Perdanakusuma untuk memulai kunjungan kerja selama tujuh hari ke Amerika Serikat. Presiden Yudhoyono baru kembali ke tanah air pada 30 September 2009.

Juan Forti Silalahi
22 September 2009

Indonesia membutuhkan gerakan extra-parlementer yang kuat

EkstraParlemeNews- Setelah melalui masa yang penuh dengan hiruk-pikuk, umbaran janji-janji kosong, saling serang-menyerang dengan macam-macam kebohongan, baku hantam dengan segala cara, maka pertarungan antara tiga kubu capres-cawapres telah - pada pokoknya – selesai dengan diselenggarakanya pemilu presiden tanggal 8 Juli yang lalu. 

Meskipun hasil terakhir pemilihan presiden masih belum diumumkan secara resmi, dan juga masih mengandung banyak hal yang bisa dipersoalkan, namun sudah dapat diketahui bahwa pasangan SBY-Budiono mendapat suara yang terbanyak dibandingkan dengan dua pasangan lainnya, yaitu Mega-Prabowo dan Jusuf Kalla-Wiranto.


Menurut hasil quick count KPU, pasangan SBY-Boediono unggul dengan perolehan mencapai 61 persen suara. Sementara Mega-Prabowo mendulang suara sebesar 28 persen, sedangkan pasangan JK-Wiranto mendapatkan 12 persen suara. (Tempo Interaktif 12 Juli). Tentu saja, angka-angka hasil quick count ini masih bisa berobah di kemudian hari , walaupun tidak besar. Dan walaupun hasil pemilu presiden yang lalu itu masih terus menjadi soal yang dipertentangkan oleh berbagai fihak atau kalangan.


Jadi, kiranya sudah dapat disimpulkan bahwa negara dan pemerintahan kita selama lima tahun mendatang akan dipimpin oleh presiden SBY dan wakilnya Budiono, sebagai hasil kemenangan pasangannya dalam pemilihan presiden. Apakah kemenangan SBY-Budiono merupakan bukti bahwa sebagian terbesar rakyat kita betul-betul menganggap pasangan itu terbaik dibandingkan dengan yang lain, ataukah karena sebab-sebab yang lain, hal ini bisa menjadi bahan analisa yang bermacam-macam oleh berbagai kalangan atau golongan.
Dengan terpilihnya pasangan SBY-Budiono maka slogan « Lanjutkan », yang dipakai selama kampanye pemilu 2009, akan diusahakan untuk dilaksanakan selama 5 tahun mendatang. Ini berarti bahwa banyak hal-hal negatif, atau masalah-masalah besar dan parah yang terjadi selama pimpinannya dari 2004-2009 akan berlangsung terus, disamping hal-hal positif yang tercapai selama itu.
 
Masalah-masalah besar yang harus dihadapi


Berikut di bawah ini adalah sebagian dari hal-hal negatif atau masalah-masalah besar dan parah selama pimpinan SBY antara 2004-2009, yang masih akan terus dihadapi pemerintahan di bawahnya yang akan datang. Deretan sejumlah sebagian masalah-masalah besar dan parah ini mengingatkan kita semua, baik yang mendukung pasangan SBY-Budiono maupun yang menentangnya, bahwa negara dan bangsa kita memang betul-betul membutuhkan adanya perubahan besar dan fundamental, dan tidak bisa diatasi dengan tindakan « tambal sulam », apalagi dengan sikap politik yang pro-neoliberal dan tidak menguntungkan rakyat miskin yang jumlahnya besar sekali.


Pemerintahan SBY-Budiono harus tetap menghadapi masalah besar yang sudah puluhan tahun tidak bisa diatasi oleh berbagai pemerintahan sebelumnya, yaitu pengangguran yang menurut BPS jumlahnya berkisar 10 juta orang. (Ini jumlah « penganggur terbuka » atau yang sama sekali tidak punya pekerjaan, sedangkan kalau dihitung dengan mereka yang setengah menganggur, maka bisa mencapai puluhan juta orang). Jumlah penganggur yang begitu banyak tidaklah mungkin diatasi dalam tempo 5 tahun yang mendatang.


Menurut BPS juga jumlah penduduk yang berada di bawah Garis Kemiskinan di Indonesia pada bulan Maret 2009 sebesar 32,53 juta (14,15 persen). Masalah rakyat miskin yang begitu besar itu bukanlah hal yang mudah dipecahkan, apalagi tanpa politik yang fundamental pro rakyat miskin. Pemerintahan SBY yang lalu sudah mencoba menguranginya dengan mentrapkan BLT dan tindakan-tindakan tambal sulam lainnya. Di bawah pemerintahan yang dipimpin SBY-Budiono nantinya berapakah jumlah rakyat miskin yang tetap menderita ? Sulit diperkirakan.


Yang juga menyedihkan ialah adanya pengangguran lulusan perguruan tinggi di Indonesia yang mencapai 2,6 juta orang dari pengangguran kurang lebih 40 juta orang. Dari jumlah itu terbagi atas pengangguran terbuka yang mencapai kurang lebih 1,2 juta orang dan setengah pengangguran yang mencapai 1,4 juta orang (Antara 19 Juni 09). Jelaslah kiranya bahwa soal ini juga tidak mudah diatasi oleh pemerintahan SBY-Budiono dalam lima tahun saja.


Karena adanya krisis keuangan dan ekonomi dunia akhir-akhir ini, maka banyak perusahaan kecil dan menengah Indonesia mengalami kesulitan atau bangkrut, yang menyebabkan dipecatnya banyak buruh dan pegawai. Berbagai macam kesulitan besar dan kecil juga terjadi di bidang pertanian, kehutanan, industri perkayuan, industri tekstil dan kerajinan tangan, pendidikan, dan kesehatan.
 
9 partai politik akan “menguasai” DPR dan pemerintahan


Itu semua barulah sebagian kecil dari masalah-masalah besar dan parah yang sudah lama dan sedang dihadapi bangsa dewasa ini, dan juga dalam 5 tahun yang mendatang. Dan berdasarkan pengamatan terhadap pengalaman 5 tahun pemerintahan SBY-JK (antara 2004-2009) maka wajarlah kalau kita memiliki kesangsian bahwa pemerintahan SBY-Budiono akan bisa memecahkan masalah-masalah besar dan parah yang banyak itu dalam 5 tahun.


Mengingat itu semuanya, kita semua perlu mempersiapkan diri untuk menghadapi situasi yang tidak pasti, atau yang penuh dengan kesulitan yang bermacam-macam itu. Kita semua perlu mengamati atau mengawasi terus-menerus segala politik atau tindakan pemerintahan SBY-Budiono. Bersandarkan kepada pengalaman selama pemerintahan yang sudah-sudah, kita tidak boleh lagi membiarkan adanya sekelompok penguasa atau « golongan elite » terus-menerus melakukan hal-hal yang merugikan rakyat banyak atau kepentingan negara.


Dengan hasil pemilu legislatif yang lalu, DPR kita akan « dikuasai » oleh 9 partai politik, besar dan kecil, yang sebagian terbesar sudah kita kenal praktek-prakteknya pada masa-masa yang lalu dalam « mewakili » rakyat. Selama periode « masa bakti » yang lalu, kita sudah menyaksikan kualitas professional dan kualitas moral sebagian besar anggota-anggota DPR, yang sangat mengecewakan dan , karenanya, tidak patut mendapat penghargaan dari rakyat.


Jangan punya ilusi kepada mereka


Seperti yang sama-sama kita ingat, DPR kita nantinya akan dipenuhi oleh wakil-wakil partai politik : Partai Demokrat, Partai Golkar, PDI-P, PKS, PAN, PPP, PKB, Gerindra dan Hanura. Dengan komposisi yang semacam ini, dan dengan mengingat pengalaman selama ini, maka kita tidak bisa, atau tidak boleh, atau juga tidak patut sama sekali mempunyai ilusi bahwa negara dan pemerintahan kita akan diurus oleh mereka dengan baik.


Kebejatan moral dan kerusakan patriotisme, dan kebobrokan semangat kerakyatan, yang sudah dengan jelas dipertontonkan selama pemilu lesgislatif dan pemilu presiden 2009 menjadi peringatan bagi kita semua bahwa wakil-wakil partai yang duduk dalam badan legislatif (DPR, DPRD, DPD) dan juga dalam pemerintahan perlu sama-sama kita awasi dengan waspada sekali.


Terlalu besar berbagai kebohongan yang sudah dijajakan dan terlalu banyak janji-janji palsu atau kosong yang mereka sodorkan, demi memperoleh kursi di parlemen atau jabatan presiden dan wakil presiden, sehingga kita menjadi ragu terhadap kejujuran atau ketulusan mereka dalam mengurus negara dan kepentingan rakyat banyak.
 
Penjahat, maling, penipu dan pengkhianat


Patutlah kiranya sama-sama kita akui secara jujur bahwa sejak berbagai pemerintahan selama Orde Baru yang disusul oleh pemerintahan-pemerintahan sesudahnya kita saksikan adanya terlalu banyak penguasa (militer dan sipil) dan tokoh-tokoh masyarakat (termasuk tokoh agama) yang sebenarnya bisa kita masukkan dalam kategori sebagai penjahat, atau maling, atau penipu, atau pengkhianat kepentingan rakyat banyak.
Nyata sekali bahwa selama pemilu legislatif dan pemilu presiden 2009 faktor kekuatan dana memainkan peran yang amat besar sekali, bahkan ikut menentukan. Tidak peduli apakah dana yang dipakai dalam kampanye itu haram atau halal, atau juga tidak peduli asal-usul dari mana datangnya dana. Kalau diusut atau diteliti benar-benar, maka nyatalah bahwa sebagian besar dana yang dipakai berbagai fihak selama pemilu adalah hasil tindakan yang kotor atau najis dan haram..


Pentingnya membangun kekuatan extra-parlementer


Mengingat itu semunya, maka seluruh kekuatan demokratis di Indonesia, tidak peduli dari golongan atau aliran politik yang mana pun (termasuk 39 partai pĂ´litik yang kecil-kecil yang tidak bisa masuk parlemen atau partai-partai kecil lainnya, dan ornop atau LSM, serta segala macam gerakan atau perkumpulan dalam masyarakat, termasuk serikat-serikat buruh ) untuk membangun kekuatan extra-parlementer yang kuat dan meluas.


Gabungan luas dan besar segala macam kekuatan extra-parlementer ini diperlukan sekali oleh rakyat kita yang berjumlah 240 juta ini untuk menghadapi, mengawasi, bahkan menandingi DPR yang terdiri dari wakil-wakil 9 partai itu, dan juga menghadapi pemerintah yang akan mengurus negara selama 5 tahun yang mendatang.
Kekuatan extra-parlementer yang besar dan luas , yang terdiri dari macam-macam aliran politik dan golongan dalam masyarakat itu adalah alat atau senjata di tangan rakyat, dalam memperjuangkan kepentingannya. 


Sebab, selama sejak pemerintahan Orde Baru yang 32 tahun ditambah dengan 10 tahun berbagai pemerintahan .yang menyusulnya, sudah terbukti bahwa rakyat Indonesia tidak bisa lagi – dan tidak boleh terus-menerus - meyerahkan mentah-mentah segala urusan negara dan bangsa hanya di tangan DPR dan pemerintah saja.
Perlu kita ingat secara jelas atau kita sadari sedalam-dalamnya bahwa rakyat berhak, bahkan wajib, dan secara sah pula ( !) untuk mengontrol atau mengawasi pekerjaan DPR atau berbagai tindakan pemerintah. Ini adalah tugas mulia dan luhur dari rakyat. Jadi, jangan takut dituduh mau mengrecoki DPR atau mempersulit pekerjaan pemerintah Sebab, dalam demokrasi yang betul-betul ditrapkan secara baik, peran gerakan extra-parlementer sangat dihargai sebagai pelengkap persenjataan di tangan rakyat.



Contoh dari praktek di Prancis


Di negara-negara maju (antara lain : di Eropa, Australia, Amerika Serikat, Amerika Latin kekuatan extra-parlementer memainkan peran yang tidak kecil dalam kehidupan rakyat masing-masing negara. Contohnya umpamanya, apa yang terjadi di Prancis selama ini.


Prancis sejak lama sudah terkenal sebagai negara yang tradisi kehidupan demokratiknya menjadi contoh berbagai negeri.. Setiap minggu Parlemen dan Senat Prancis mengadakan sidang satu kali untuk memberi kesempatan kepada anggota-anggotanya mengajukan pertanyaan, atau melancarkan kritik, atau menyampaikan pendapat yang ditujukan kepada Perdana Menteri atau para menteri mengenai berbagai kebijakan atau tindakan pemerintah. Sidang khusus oleh dua badan tertinggi Prancis (yaitu Parlemen dan Senat) ini dinamakan « Question au gouvernement » (Pertanyaan kepada pemerintah).


Walaupun tiap minggu pemerintah Prancis »diperiksa » atau diawasi oleh dua badan legislatif tertinggi, namun sejak lama pula kehidupan extra-parlementer tetap diperlukan oleh masyarakat. Gerakan extra-parlementer ini terdiri dari partai-partai politik yang kecil-kecil, organisasi-organisasi sosial-politik yang macam-macam, banyak sekali serikat buruh yang amat kuat, dan berbagai lembaga masyarakat.


Oleh karena kuatnya kehidupan extra-parlementer inilah maka boleh dikatakan bahwa di Prancis setiap harinya ada saja demonstrasi (besar dan kecil) oleh serikat buruh atau berbagai macam organisasi. Ini menunjukkan bahwa walaupun sudah ada dua badan legislatif tertinggi yang mengawasi berbagai kebijakan pemerintah Prancis setiap minggu melalui sidang khusus, namun toh masyarakat masih membutuhkan adanya berbagai macam wadah atau alat lainnya untuk menyalurkan perasaan atau pendapat mereka, dan sekaligus juga untuk mengontrol pemerintah serta parlemen .
 
Gerakan besar extra-parlemnter untuk mendorong revolusi


Seyogyanya, demikian jugalah kiranya di Indonesia !!! Mengingat banyaknya persoalan besar dan parah yang sedang dihadapi rakyat Indonesia, dan juga mengingat buruknya sikap politik para penguasa selama ini, ditambah dengan rendahnya sikap moral golongan elite kita pada umumnya, maka kebutuhan rakyat akan adanya kekuatan extra-parlementer yang kuat, yang luas, yang betul-betul memihak rakyat kecil atau rakyat miskin, adalah besar sekali dan mendesak atau urgen sekali.


Berbagai kegiatan atau usaha untuk membangun kekuatan extra-parlementer, dari mana pun datangnya atau oleh siapa pun pelakunya, adalah penting untuk mencegah supaya urusan negara dan bangsa hanya dikuasai atau dimonopoli oleh wakil-wakil 9 partai di DPR dan di pemerintahan.


Gerakan extra-parlementer yang besar dan perkasa, akan bisa memberikan sumbangan penting untuk dibangunnya secara bersama-sama kekuatan revolusioner, yang merupakan syarat mutlak untuk terjadinya perubahan besar dan fundamental (atau revolusi, menurut bahasa yang sering digunakan Bung Karno) bagi kepentingan rakyat banyak. Karena rakyat sudah tidak bisa lagi menaruh kepercayaan kepada wakil partai-partai politik yang duduk di DPR dan pemerintahan, maka gerakan extra-parlementer yang luas dan kuat merupakan tameng atau senjata dan sekaligus pengayom kepentingan rakyat banyak, dalam perjuangan bersama meneruskan revolusi yang belum selesai, sesuai dengan ajaran-ajaran revosioner Bung Karno.



Juan Forti Silalahi...,Paris, 12 Juli 2009